Peran Dakwah dan Komunikasi Islam dalam Membangun Masyarakat

Islam hadir sebagai agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam. Salah satu pilar penting dalam menyebarkan nilai-nilai Islam adalah dakwah—yakni mengajak manusia menuju jalan kebaikan, keadilan, dan kebenaran. Dakwah bukan hanya soal menyampaikan ajaran agama, tetapi juga bagaimana pesan itu bisa diterima, dipahami, dan diamalkan oleh masyarakat dengan penuh kesadaran.

Di sinilah komunikasi Islam memainkan peranan penting. Komunikasi dalam dakwah bukan sekadar berbicara, melainkan menyentuh hati, membangun empati, dan membentuk kesadaran kolektif. Kemampuan untuk menyampaikan pesan dengan bahasa yang baik, pendekatan yang bijak, dan media yang tepat menjadi modal utama para dai dan praktisi komunikasi Islam saat ini.

Dengan perkembangan teknologi dan media digital, ruang dakwah menjadi lebih luas dan menantang. Para pendakwah dan komunikator Islam perlu dibekali dengan pengetahuan, keterampilan, dan kepekaan sosial agar pesan-pesan Islam tidak hanya terdengar, tetapi juga menginspirasi perubahan positif di tengah masyarakat.

📢 Siap jadi bagian dari generasi dakwah masa kini?
Gabung bersama kami di Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, UIN Datokarama Palu.
Di sini, kamu akan belajar menjadi komunikator Islam yang cerdas, kreatif, dan siap bersaing di era digital.
Kuliah di FDKI, bukan hanya belajar bicara, tapi belajar membawa perubahan.

Dakwah dan Komunikasi Islam dalam Era Modern

Dakwah merupakan bagian integral dari ajaran Islam yang berfungsi menyebarkan nilai-nilai kebenaran, kedamaian, dan keadilan kepada seluruh umat manusia. Dalam praktiknya, dakwah tidak hanya berbentuk ceramah di mimbar, tetapi juga mencakup berbagai pendekatan sosial dan budaya, termasuk pemanfaatan media massa dan teknologi digital. Di era modern seperti sekarang, komunikasi Islam memainkan peran strategis untuk menjembatani pesan-pesan dakwah dengan cara yang relevan dan mudah diterima oleh masyarakat luas.

Komunikasi Islam menekankan prinsip-prinsip etik seperti kejujuran, kesantunan, dan keberpihakan pada kebenaran. Setiap pesan yang disampaikan bukan hanya bertujuan memberikan informasi, tetapi juga membentuk karakter dan memperkuat spiritualitas umat. Oleh karena itu, seorang dai atau komunikator Islam dituntut untuk menguasai strategi komunikasi yang efektif serta memahami dinamika masyarakat yang dihadapinya.

Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, diperlukan generasi muda yang memiliki kepekaan sosial, kemampuan berbicara di depan publik, serta penguasaan teknologi informasi untuk menyampaikan nilai-nilai Islam secara kreatif dan inspiratif. Pendidikan menjadi kunci utama untuk mencetak kader-kader dakwah yang profesional dan berwawasan global.

📢 Tertarik untuk menjadi bagian dari generasi pendakwah masa depan?
Mari bergabung di Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) UIN Datokarama Palu, tempat terbaik untuk mengasah kemampuan dakwah, komunikasi, jurnalistik, serta manajemen keislaman secara akademik dan praktis.
Bersama FDKI, bangun masa depanmu sebagai agen perubahan Islam yang berdaya saing dan berintegritas!

FDKI UIN Datokarama Rumuskan Dakwah Lebih Visioner

“Seorang mubalig wajib memiliki ilmu luas, iman kuat, dan akhlak baik untuk menyentuh umat,” ujarnya.   Ia menambahkan, da’i dituntut menguasai tiga metode utama dakwah dalam islam yakni bil lisan, bil hal, dan bil kalam secara bersamaan. Sementara dalam Al-Qur’an, terdapat tiga metode dakwah utama yang harus dikuasai para da’i masa kini yakni  hikmah, mauidzah hasanah, dan Mujadalah billati hiya ahsan.​

Dr. Adam menekankan pentingnya adaptasi metode dakwah agar sesuai dengan zaman dan kondisi masyarakat saat ini.  Menurutnya, da’i tidak bisa hanya menyampaikan ceramah, tapi juga menghibur dan mendidik dengan pendekatan modern.

“Dakwah yang bijak artinya tahu kondisi masyarakat dan bisa menyentuh psikologis mereka karena saat ini masyarakat mudah stres akibat informasi digital, jadi dakwah perlu pendekatan yang menyegarkan,” ujarnya.  Ia mencontohkan pentingnya pentingnya menghibur audiens yang tertekan dengan media melalui pendekatan kreatif dan empatik, dakwah melalui nyanyian, film, hingga podcast untuk menyentuh berbagai lapisan masyarakat.